Make your own free website on Tripod.com

P I L I H  E D I S I  | April 2003Mei | Juni | Juli | Agustus | September | Oktober | Nopember | Desember | Januari | Februari | Maret 2004 |

 

MENGATUR TATA LETAK PABRIK

:: Sumber : ASTRA ONLINE

 


Pendahuluan

Tata letak pabrik meruipakan suatu landasan utama dalam dunia industri. Tata letak pabrik yang terencana dengan baik akan ikut menentukan efisiensi dan efektivitas kegiatan produksi dan dalam beberapa hal akanjuga menjaga kelangsungan hidup atau keberhasila suatu perusahaan. Peralatan produksi yang canggih dan mahal harganya akan tidak berarti apa-apa akibat perencanaan tata letak yang sembarangan saja. Karena aktivitas produksi suatu industri secara normal harus berlangsung dalam jangka waktu yang panjang dengan tata letak yang tidak berubah-rubah, maka kekeliruan yang dibuat dalam perencanaan tata letak ini akan menyebabkan kerugian yang tidak kecil.

Apa tujuan dan Manfaat Pengaturan Tata Letak Pabrik ?

Bila ditinjau secara umum, tujuan utama dari tata letak pabrik ialah mengatur area kerja dan segala fasilitas produksi yang paling ekonomis untuk operasi produksi, aman dan nyaman sehingga akan dapat meningkatkan moral kerja yang baik dari operator.

Adapun pengaturan tata letak pabrik yang baik akan memberikan manfaat dalam system produksi, antara lain :

Menaikkan output produksi

Mengurangi waktu tunggu

Mengurangi proses pemindahan bahan

Penghematan penggunaan area (produksi, gudang, service, dsb)

Peningkatan pendaya gunaan pemakaian mesin, tenaga kerja, dan fasilitas produksi

Mengurangi kemacetan dan kesimpangsiuran

Memperbaiki moral dan kepuasaan kerja

dan lain-lain

yang pada dasarnya kesemuanya itu akan bias meningkatkan produktivitas kerja dan mengurangi biaya operasi, dapat diperoleh harga produk yang rendah, sehinga mampu bersaing di pasar bebas.

Prinsip-Prinsip Dasar dalam Perencanaan Tata Letak Pabrik

Dalam perencanaan tata letak pabrik ada enam prinsip dasar yang bias dipakai, yaitu :

Integrasi secara menyeluruh semua faktor yang mempebgaruhi factor produksi.

Jarak perpindahan bahan diusahakan seminimal mungkin.

Aliran kerja berlangsung secara normal

Semua area yang ada dimanfaatkan secara efektif dan efisien

Kepuasan kerja dan rasa aman bagi pekerja dijaga sebaik-baiknya

Pengaturan tata letak harus fleksibel

Secara singkat langkah-langkah untuk merencanakan tata letak pabrik adalah sebagai berikut :

Analisa produk, yaitu aktivitas untuk menganalisa macam dan jumlah produk yang harus dibuat

Analisa proses, adalah langkah untuk menganalisa macam dan urutan proses pengerjaan produk.komponen.

Analisa macam dan jumlah mesin / peralatan serta luas area yang dibutuhkan.

Perancangan tata letak mesin dan departemen dalam pabrik.

Langkah berikutnya adalah menetapkan prosedur atau metode pengaturan tata letak /peralatan. Disini ada 4 macam tata letak, yaitu :

Tata letak fasilitas berdasarkan aliran produksi (product layout)

Tata letak fasilitas berdasarkan lokasi material tetap (fixed position layout)

Tata letak fasilitas berdasarkan kelompok produk

Tata letak fasilitas berdasarkan fungsi atau macam proses (process layout)

Tata Letak Fasilitas Berdasarkan Aliran Produksi (Product Layout)

Mesin / peralatan produksi diatur sesuai dengan urutan proses pengerjaan produk/komponen (gambar 1). Pengaturan jenis ini biasanya digunakan untuk membuat produk dalam jumlah yang banyak secara terus menerus dlam waktu produksi yang lama dan jenis produk yang dibuat tidak banyak.

Gambar 1 : Product layout Tata Letak Fasilitas Berdasarkan Lokasi Material Tetap (Fixed Position Layout)

Pada jenis pengaturan ini, material atau komponen/produk utamanya tinggal tetap pada posisinya sedangkan fasilitas produksi (mesin/peralatan, manusia,dsb) bergerak menuju lokasi material (gambar 2).

Tata letak tipe ini sering digunakan untuk membuat produk dengan ukuran bedar seperti : perakitan pesawat terbang, kapal laut, dsb/

Gambar 2 : Fixed Position Layout

Tata Letak Fasilitas Berdasarkan Kelompok Produk :

Tata letak tipe didasarkan pada pengelompokan produk/komponen yang kan dibuat. Produk-produk yang tidak sama dikelompokkan berdasarkan langkah-langkah proses, bentuk, mesin, atau peralatan yang dipakai

Tata Letak Fasilitas Berdasarkan Fungsi atau Macam Proses (Process Layout)

Pengaturan tata letak dengan cara menempatkan segala mesin/peralatan yang memiliki tipe/ jenis sama kedalam satu departemen, sebagai contoh : industri manufaktur (gambar 3). Tata letak jenis ini sesuai dengan digunakan pada industri yang sifatnya menerima job order dengan jenis produk yang dibuat bervariasi dalam jumlah yang tidak terlalu besar.

Gambar 3 : Process Layout

Pada uraian diatas dapat diambil beberapa kesimpulan yang antara lain sebagai berikut :

Untuk industri/perusahaan yang membuat produk secara massal dalam waktu relatif panjang (terus menerus) dan tidak tergantung pesanan, maka jenis tata letak yang sesuai adalah product layout (gambar 1).

Jenis tata letak process layout (gambar 3) sangat cocok untuk industri yang sifatnya menerima job order dengan jenis produk yang bervariasi dalam jumlah yang tidak terlalu besar. Pada umumnya industri kecil lebih cocok menggunakan jenis tata letak seperti ini.

Bagi industri yang sifat pekerjaannya adalah job order, pada produksi massal bias mengunakan tipe tata letak kombinasi antara process layout dengan product layout.